Blog Syncoreconsulting

Implementasi SAK EP pada Sektor Kesehatan

Sektor kesehatan adalah salah satu sektor penting dalam perekonomian kita. Tidak hanya bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi bisnis yang signifikan. Namun, tantangan keuangan yang dihadapi sektor kesehatan seringkali rumit dan memerlukan perubahan signifikan dalam cara akuntansi dan pelaporan keuangan dilakukan. Inilah mengapa implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) menjadi penting.

Sektor kesehatan di Indonesia, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun sektor swasta, dihadapkan pada berbagai tantangan yang perlu diatasi dalam mengimplementasikan SAK EP. Beberapa di antaranya adalah:

  • Kompleksitas Struktur Keuangan

Sektor kesehatan seringkali memiliki struktur keuangan yang kompleks, terutama bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan swasta. Hal ini mencakup pendapatan dari pasien, asuransi, dana hibah, dan lainnya. Implementasi SAK EP memerlukan pemahaman yang mendalam tentang struktur keuangan yang rumit ini dan perubahan dalam metode akuntansi yang relevan.

  • Perubahan dalam Pengakuan Pendapatan

SAK EP mengharuskan perubahan dalam pengakuan pendapatan, yang dapat memengaruhi bagaimana rumah sakit dan lembaga kesehatan lainnya melaporkan pendapatan dari pasien dan asuransi. Penerapan prinsip pengakuan pendapatan yang baru memerlukan perubahan dalam proses pelaporan keuangan dan kemungkinan menghadapi penurunan pendapatan awal sebelum penyesuaian lengkap dilakukan.

  • Pengukuran Nilai Wajar

Pengukuran nilai wajar menjadi aspek penting dalam SAK EP. Hal ini mungkin menimbulkan tantangan bagi aset seperti peralatan medis, properti, dan perlengkapan medis. Pengukuran yang tepat akan memerlukan perhitungan yang cermat dan pemantauan berkelanjutan.

  • Potensi Bisnis dalam Implementasi SAK EP

Meskipun tantangan-tantangan di atas ada, implementasi SAK EP juga membawa berbagai peluang bagi sektor kesehatan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Akses Lebih Mudah ke Modal

Dengan mengadopsi SAK EP, lembaga kesehatan dapat meningkatkan transparansi dan kualitas laporan keuangan mereka. Ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan pemberi pinjaman, yang pada gilirannya dapat membuka akses yang lebih mudah ke modal baru.

2. Peningkatan Manajemen Risiko

SAK EP mendorong pengungkapan yang lebih lengkap tentang risiko dan estimasi. Ini membantu manajemen kesehatan dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko secara lebih efektif, sehingga meningkatkan keberlanjutan bisnis mereka.

3. Daya Tarik bagi Investor

Investor sering mencari perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang transparan dan mematuhi standar akuntansi yang baik. Implementasi SAK EP dapat meningkatkan daya tarik lembaga kesehatan di mata investor potensial, membantu dalam mendapatkan investasi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Meskipun implementasi SAK EP dalam sektor kesehatan di Indonesia mungkin dihadapi dengan berbagai tantangan, peluangnya tak dapat diabaikan. Hal ini juga seperti yang disampaikan oleh salah satu Senior Consultant Syncore Consulting, Khatami Angga Kusuma S.Ak. bahwa mengadopsi standar akuntansi yang lebih baik dapat membantu sektor kesehatan untuk tumbuh, mengakses modal, dan mengelola risiko dengan lebih baik. Semua ini pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan sektor kesehatan secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang mendalam dan dukungan yang tepat, sektor kesehatan di Indonesia dapat mengambil langkah penting menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top