Blog Syncoreconsulting

Implikasi Implementasi Standar Akuntansi Keuangan pada Rumah Sakit

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Pedoman Akuntansi Rumah Sakit (PARS) sangat penting dalam menyusun laporan keuangan rumah sakit. Laporan keuangan harus disusun dengan mengacu pada PSAK dan PARS. Namun, implementasi SAK dan PARS pada rumah sakit tidak hanya berdampak pada penyusunan laporan keuangan, tetapi juga pada aspek lainnya seperti manajemen mutu, sanitasi, dan penetapan tarif layanan kesehatan.

Salah satu penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar adalah mengenai gambaran karakteristik pasien fraktur metakarpal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien fraktur metakarpal di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar tahun 2018-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraktur metakarpal paling banyak ditemukan pada laki-laki dan pada rentang usia 17-25 tahun. Penatalaksanaan yang paling sering dilakukan adalah penatalaksanaan operatif. Meskipun penelitian ini tidak secara langsung membahas implementasi SAK dan PARS, namun hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana rumah sakit mengelola pasien fraktur metakarpal dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi laporan keuangan rumah sakit.

Selain itu, terdapat penelitian mengenai sanitasi pengelolaan linen di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong Kabupaten Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sanitasi pengelolaan linen di rumah sakit tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat sanitasi pengelolaan linen di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong Kabupaten Kebumen termasuk dalam kategori memenuhi syarat dengan nilai 69,61%. Namun, hasil pemeriksaan mikrobiologi spora spesies Bacillus sp. pada linen kotor ruang rawat inap dan linen bersih ruang rawat inap menunjukkan adanya kekurangan dalam pengelolaan linen. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi SAK dan PARS tidak hanya berdampak pada penyusunan laporan keuangan, tetapi juga pada aspek sanitasi di rumah sakit.

Selain itu, terdapat penelitian mengenai evaluasi implementasi audit internal berbasis ISO 9001:2008 untuk meningkatkan manajemen mutu pada rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi dan mengidentifikasi kendala penerapan ISO 9001:2008. ISO 9001:2008 menetapkan persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan evaluasi sistem manajemen mutu. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi ISO 9001:2008 diharapkan dapat menghasilkan layanan yang berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi SAK dan PARS tidak hanya berdampak pada penyusunan laporan keuangan, tetapi juga pada manajemen mutu di rumah sakit.

Selain itu, terdapat penelitian mengenai penetapan tarif layanan kesehatan di poliklinik gigi pada klinik Siti Fadilah Supari PKU Muhammadiyah Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penetuan tarif pelayanan kesehatan di poliklinik gigi pada klinik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan tarif layanan dilakukan dengan cara pengambilan nilai tengah antara tarif layanan di Puskesmas dengan tarif layanan di Rumah Sakit. Penetapan tarif tersebut dilakukan tanpa perhitungan biaya satuan terlebih dahulu sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi SAK dan PARS tidak hanya berdampak pada penyusunan laporan keuangan, tetapi juga pada penetapan tarif layanan kesehatan di rumah sakit.

Selain itu, terdapat penelitian mengenai pengaruh pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi, peran internal audit, kompetensi sumber daya manusia, dan penerapan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan pada bagian keuangan rumah sakit di Kota Metro. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti secara empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi dan pemanfaatan sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Sedangkan peran internal audit, kompetensi sumber daya manusia, dan penerapan sistem akuntansi keuangan daerah tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi SAK dan PARS tidak hanya berdampak pada penyusunan laporan keuangan, tetapi juga pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan.

Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi SAK dan PARS pada rumah sakit tidak hanya berdampak pada penyusunan laporan keuangan, tetapi juga pada aspek lainnya seperti manajemen mutu, sanitasi, penetapan tarif layanan kesehatan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan. Oleh karena itu, penting bagi rumah sakit untuk memperhatikan implementasi SAK dan PARS dalam pengelolaan keuangannya agar dapat memberikan layanan yang berkualitas dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top